Aldo Abda Syakura: Hijrah dari probolinggo ke jakarta untuk mengejar mimpi

Proses tidak akan mengkhianati hasil, keringat yang keluar dari passion akan selalu menjadi pengingat bagaimana sebuah perjuangan melewati beberapa obstacle dalam menggapai mimpi yang dikejar. Dinamika naik-turun seakan menjadi makanan sehari-hari, seakan manis menjadi pahit, terang menjadi gelap, tapi ingat, semua akan indah pada waktunya. 

Aldo Abda Syakura sudah mengalami secara langsung hal-hal di atas, demi menggapai semua mimpinya, skateboarder dengan sapaan akrab Aldo ini rela hijrah dari Probolinggo ke Jakarta,  mari simak bincang siang bolong di spot favoritnya sembari kilas balik perihal mengejar mimpinya di Jakarta melalui skateboard.

Lee Cooper With Aldo Abda Syakura

Kenapa skateboard jadi pilihan disaat anak muda pada umumnya memilih nge-band, grafiti dan desain? 

Gua suka hobi yang ekstrem dan gua pengen banget punya papan skate itu dari kelas 3 SD, 2003. Tahun 2005 menjadi awal buat gue beli papan skate di mall, tapi papan skate yang di mall yang gua beli itu bukan skate yang propper atau professional, ya intinya sekedar punya dulu aja. 

terus gua ngikut tuh sama skater-skater yang ada di Probolinggo, mereka udah senior dan bisa dibilang sudah cukup profesional dalam memainkan skateboard. Alasan kenapa gua pilih skateboard karena gua bisa eksperimen serta mengeluarkan skill individual gua dan lebih bebas berekspresi. 

Selain pengaruh lingkungan, musik juga berpengaruh terhadap dunia skateboard. Dari musik juga kita bisa memperlihatkan persona skater berdasarkan style yang dibawa saat bermain skateboard seperti metal, psychedelic, skate-punk. 

Di dunia skateboard itu semua ada, turunannya banyak mulai dari cara berpakaian, musik, seperti west-coast dan east-coastnya Amerika, selalu punya cara komunikasi yang khas. dari cara main juga bisa terlihat, misalnya street atau vert (teknik memilih pijakan di atas papan skate). 

Dan pada akhirnya skate bisa mengubah hidup gua, ngebantu memenuhi kehidupan baik gua dan keluarga. Hidup untuk skateboard, skateboard untuk hidup.

Sosok atau role model yang menginfluence dalam dunia skateboard?

Nyjah Huston dan Ryan Sheckler, itupun awal mulanya dari game Tony Hawk Pro Skater. terus gua mikir, mereka bisa kenapa gua bisa. Dulu sempet ikut BMX, shifting pas kelas 5 sampai 6 SD. Di Probolinggo ada masa skateboard sudah mulai surut, banyak yang memilih mengejar karir dengan menjadi pegawai, cuma gua pikir kembali lalu coba BMX, semua org bisa naik sepeda tapi belum tentu mereka bisa ride skateboard, walaupun pada akhirnya gua tetep balik ke skateboard karena skateboard lebih menarik, stand out aja gitu. Dari suara ketika riding skateboard aja bisa menarik perhatian orang.

Perkembangan scene skateboard di Probolinggo sendiri itu bagaimana?

Pas kelas 5 SD ikut scene skateboard, komunitas di Probolinggo sendiri sudah berjalan. Spirit kolektif atau DIY disana cukup solid, sampai bisa membuat mini ramp, pyramid dan segala bentuk yang bisa menunjang permainan skateboard namun pada akhirnya senior-senior disana sudah pada sibuk kerja akhirnya gua coba untuk bikin sendiri komunitas pas SMP yang cukup senior-senior disana akhirnya ini turun gunung kembali. SMA gua coba bikin ekskul skateboard, awal-awal tidak direstui oleh kepala sekolah padahal ekskul ini sudah banyak peminatnya, ga menyerah, gua push terus dan membuat tiap hari jumat gua bikin program untuk ajak para penggiat ekskul ini berangkat dari rumah naik skate ke sekolah.

Di Probolinggo sendiri apakah ada spot atau meeting point anak-anak skateboard?

Graha museum, disana sudah organik, muda tua udah pasti pada kumpul disana tanpa ada gap senioritas.

Lee Cooper With Aldo Abda Syakura

Balik ke musik, seberapa besar pengaruh ke persona gaya lu?

Sempet nge-band Hardcore, Emo, Metal dan akhirnya berlabuh nge-DJ. Jadi ini juga bentuk pendewasaan gua melewati beberapa fase melalui musik. Di komunitas sendiri genre saat ini DJ sedang mendominasi dan di tiap event musik, pasti ada anak skate datang namun sejak pergantian walikota ada aturan yang mengurangi aktfitas ini semua dan pada akhirnya mulai hijrah dari Probolinggo ke daerah lebih tengah dan agak gedean, malang.

 Gue saat juga sedang disibukan dengan panggungan DJ. Passion gua bisa tersaturasi lewat musik, DJ juga bisa dibilang turunan dari musik hip-hop dan pengaruhnya sangat besar ke dunia skateboard dan akhirnya gua makin terinfluence untuk berada di sini terlebih banyak rapper kelas internasional jago main skateboard sehingga penampilan dan musik itu satu kesatuan untuk ber-statement

Gila, setelah dipikir-pikir skate ini kok banyak banget spektrum warnanya. Di luar negeri skateboard itu kaya main kelereng, umum dan bahkan sudah dikenalkan sejak dini.

tampilan looks, hip-hop satu kesatuan untuk dijadikan statement dan yang bikin keren tuh setiap anak skateboard nge-DJ, katanya gaul meskipun ga maen skateboard para pendengar terinfluence dengan looks si skateboarder tersebut. 

contoh lain, tali sepatu yang dijadikan belt pada celana. Padahal sejarahnya itu adalah untuk menyimpan tali cadangan, karena tali yang sudah terpasang disepatu itu cepat putus akibat gesekan dengan grip skateboard namun tali sepatu yang ada di belt itu shifting jadi ke tren gaya dan diaplikasikan oleh non-skateboarder. 

Lalu batu bata dari brand Supreme, banyak orang ga tau kenapa harga bata tersebut bisa mahal. padalah sejarahnya karena area skatepark di New York banyak yang Over dosis karena drugs, pada akhirnya area tersebut dihancurkan oleh pihak berwajib setempat, batu bata yang berceceran diambil oleh anak-anak dari brand tersebut, lalu di kumpulkan dan dijadikan item historikal. banyak cerita under radar di dunia skateboard sebenarnya.

Keputusan besar hijrah ke Jakarta?

Sebenarnya gua itu kuliah perhotelan di malang, lalu gua diharuskan magang selama 13 bln, bulan ke-2 udah ga kuat di dunia perhotelan, 8 jam kerja, berdiri di bagian front office, gua pikir "ini bukan passion gue deh". Gua coba tanya rekan kerja, nyaman adalah respon mereka terlebih karena mereka sudah terbiasa dengan aktifitas kerja seperti ini sejak zaman SMK, mayoritas memang mereka sekolah dan kerja di tempat yang "tepat". 

Merasa terpenjara dan tidak bisa berkekspresi dengan skateboard, gua harus keluar, karena skateboard itu bebas dan dalam hati gue berkata "kayanya gua harus kabur", akhirnya gua ngilang , 1 bulan bener-bener ga ngabarin siapa-siapa baik keluarga atau temen-temen. HP gua mati'in, keluarga sempat tahlilan karena gua dikira hilang atau mati. 

Setelah 1 bulan lebih berlabuh di Jakarta akhirnya gua beranikan diri untuk memberi kabar nyokap, reaksinya pun disambut dengan tangis karena gua ninggalin pendidikan kuliah di universitas negeri. Akhirnya nyokap tanya, "ngapain di jakarta?" , gua jawab gua kerja sebagai skateboarder dan gua harus jelasin detail skateboarder itu apa, ngehasilin apa aja meskipun pada saat gua jelasin hal tersebut gua belum dapat sponsor sama sekali, tidurpun gua masih di masjid, berasa hidup di antah berantah karena gua buta sekali dengan teritorial Jakarta. 

Bermodalkan tiket kereta, sisa uang 56 ribu dan papan skate gua yang udah lusuh, gua akhirnya tidur di skatepark, disana akhirnya kenal satu orang namanya donal abis itu jebrak mereka nyuruh gua untuk tidur di skatepark aja. dari situ dipertemukan dengan bos mereka, dia punya event gua disuruh datang dan ikut, akhirnya gua menang di event tersebut dan disuruh datang ke skatepark BSD disaat awal-awal baru dibuka, dimana semua skateboarder nasional berkumpul disana. 

dari event tersebut gua juara 1, gua mulai dipertanyakan oleh para pelaku skateboard "lu orang mana?" setelah gua jawab Probolinggo, reaksi mereka langsung bertanya perihal scene Skateboard disana gimana, meskipun secara fasilitas dan infrastruktur disana kurang mendukung, mereka masih dibuat heran kenapa gua bisa menangin event ini. Bisa dibilang event ini jadi pembuka jalan gua di Jakarta 1, masih gua simpen papannya sampai sekarang.

Apakah sudah ada spot yang diincar ketika niat ke Jakarta atau memang random?

Langsung tertuju ke Twilo Skatepark, pengen nge-gaul karena gua dari daerah juga sih haha. ternyata sampai sekarang dibikinin Twilo Soundsystem buat ngesupport kegiatan gua dalam bermusik secara kolektif. 

Spot favorit di Jakarta? 

Selain Twilo Skatepark gua sering banget main di daerah Sudirman dan Big Five, Jakarta.

Apakah spot tertentu merepresentasikan style atau persona skateboarder tertentu?

Beragam sih ga terpatok, di Twilo sendiri bukan sekedar komunitas. Gua awal datang barengan Alip Jon. Twilo banyak melahirkan talent kaya Jebrak yang akhirnya ke converse, Muklay, Alip jon. ini bukan sekedar komunitas tapi jadi tempat talent untuk bisa mengembangkan bakat terpendam dan bersinar melalui karyanya.

Momen terbaik dalam karir skateboard?

Ada momen yang bikin gua terkesan adalah saat Twilo ngeberangkatin gua ke Malaysia untuk ikut event Vans di tahun 2019. 78 peserta harus bisa gua lewatin buat bisa lolos ke-4 besar yang nantinya 4 besar itu akan ditarungkan dengan invited 15 orang perwakilan dari South East Asia. Alhamdulillah Gua lolos 4 besar dan berhasil berdiri di posisi 3. Event ini disiarkan langsung di kanal-kanal skateboard dunia. pas trik terakhir gua landing itu menjadi momen yang diabadikan oleh kawan-kawan di Indonesia, gua terharu setelah lihat banyak mention masuk di instastory dengan meneriaki gua "jamet", bangga gua.

Balik Indonesia gua ditawari Vans Indonesia dan akhirnya kita kontrak kerja sama. Ini jadi pembuktian buat keluarga gua. Bayangin 1 bulan lu bisa dapetin 8 pasang sepatu vans, gua ke surabaya lalu telepon semua saudara gua suruh datang ke mall, untuk pilih sepatu Vans kesukaan mereka. Ini momen kebanggan dimana saudara gua pada pake sepatu Vans dari hasil keringat gua dan berakhir dengan orang tua support gua untuk lanjut di skateboard.

pada momen ini gua belum jadi rider Vans Indonesia, karena gua menang, di indonesia mulai rame tuh, dulu tuh moniker gua setelah berkelana di Jakarta itu "jamet" karena gua dari jawa. Gua nge-fans tuh sama Pevi Permana, sampe pernah foto bareng di event skateboard DC. Dari yang awalnya gua nge-fans akhirnya gua satu tim tuh sama pevi di Vans indo dan gua beranikan diri buat bilang "gue nge-fans sama elo dari dulu". Gua jadikan motivasi dengan rajin ikutan kompetisi dan bisa menjuarai setiap kompetisi yang gua ikutin.

Lee Cooper With Aldo Abda Syakura

Trik Skateboard favorit?

Fakie 360 boardslide'nya dari Nyjah Huston dan gua berhasil melakukan trik tersebut.

Reaksi orang sekitar terlebih orang tua setelah lu 5 tahun berkarir skateboard di Jakarta?

Senang dan lebih percaya, lalu akhirnya gua bawa juga nyokap ke Jakarta untuk gua kenalkan dengan scene skateboard dan  tidak lupa berterima kasih banyak kepada pihak Twilo Skatepark yang sudah berjasa besar memberikan ruang serta rumah kedua untuk tumbuh kembang karir gua dalam dunia skateboard. Ga ada Twilo gua ga tau bakal kaya gimana, mungkin gua pulang kampung dan jadi anak drag haha.

Lee Cooper With Aldo Abda Syakura

Wishlist apa saja yang belum terealisasi?

Ada 3 wishlist terbesar

  1. Berangkatin nyokap haji
  2. ke Amerika
  3. Punya rumah Sendiri

Kalau lu sekarang ga jadi skaterboarder lu mau jadi apa?

Anak bengkel, rakit motor drag karena mayoritas temen gua di daerah anak motor semua dan ikutan balapan liar

This or that

Sepatu bulky/slim?

Bulky, empuk dan kawin sama celana gombrong

Sepatu high/low?

High, diluar sepatu skate dan bukan skate gua banyak koleksi sepatu high

Jeans/chino?

Jeans, chino rembes kalo keringatan 

Slim-straight/Slim-fit?

Slim straight

T-shirt/kemeja?

Lee Cooper With Aldo Abda Syakura

T-shirt.



Shop now